From Teteh

9 02 2010

Love me

Malam ini dingin,tak satupun ombak berani mengadah menentang sang pasir. Angin lemah semakin bertanya akan hadirku.
“enyah kau” seruku pelan. Binatang malam menangis iba akan sosok pria ku.

“Putih hati, merona merah tersirat luka isinya. Tak satu bahkan beribu hawa ingin menerobos sukma mencoba tulus mengisi kalbumu” sambil berlalu mereka berbisik mengoda.

“Satu yang kumau” teriaku lantang. “dia indah lebih indah dari elok pelangi, hadirnya menyejukan seperti gerimis dia kemarau senja. raganya menenangku tak tertandingi. dia malaikatku”

Aku tak percaya akan peri, tapi sosok ini menari indah setiap hari menggoyahkan sendi hati. lalu ku bertanya akan dirinya. apa dia sebenarnya?

Yang ku tahu aku membutuhkannya dan peduli atasnya.

Aku cinta pada mu ali syarief.





detikcom : Seniman Solo Peringati 40 Hari Gus Dur Wafat

9 02 2010

title : Seniman Solo Peringati 40 Hari Gus Dur Wafat
summary : Kepulangan Gus Dur ke haribaan Tuhan rupanya juga membekas di hati para seniman. Ratusan seniman di Solo menggelar pentas bersama memperingati 40 hari wafat Gus Dur. (read more)





Tuhan, Engkau Agamanya apa?

6 02 2010

Tuhan, Engkau Agamanya apa?
oleh : Ali Syarief
Read the rest of this entry »





Gusdur no Jocku

23 01 2010

グスドゥールとそのタクシー運転手はその日本人の日本製嗜好が嫌になってきた。そして空港に着いた時、運転手は言った。“はい。$100ね。“ “$100??ホテルからそんなに離れていないじゃないか。“ グスドゥールは“ああ…そのメーターは日本製だから速いのさ。“と言って、その日本人をあきれさせた。





The hurrican strikes/Buffets to SBY

20 01 2010




Gusdur is immortal soul

2 01 2010

Gusdur is immortal soul
By Ali Syarief
Read the rest of this entry »





Tuhan Tuhan Tuhan

25 12 2009
Tuhan Tuhan Tuhan
Oleh : Ali Syarief

TV ABC Australia pagi ini menurunkan laporan feature dari Jakarta. Acara ini menjadi sungguh menarik perhatianku, karena laporan tentang menyambut natalan di mall mall Jakarta. Apa yang mengharukan saya adalah, ketika seorang Ibu yang berpakaian jilbab menyampaikan statemenya, bawa dia sangat senang dengan Mall-Mall yang menghiasi ruangan dengan nuasa Christmas. Ada pohon natal, santa clause, snowing, dengan semua atribut natal yang lazim kita lihat. Musik-musikpun mengalun seperti biasa kita nikmati menjelang natal. White Chirstmas. Pelayan-pelayan berbaju berwarna warni berpakaian santa dengan topi khasnya.

Saya menangkap kesan bahwa orang Australia bila melihat acara ini, akan sedikit-demi sedikit mulai berubah. Islam yang dalam benak orang Barat terskesan sangat keras, kejam bahkan biadab, seperti mereka menilai bagaimana Amrozi Cs membunuh ratusan orang yg tidak berdosa, dimana korban diantaranya adalah orang Australia.

Sikap ibu yang berjilbab itu, sebenarnya sosok manusia modern yang tidak bisa menafikan adanya perbedaan sebagai suatu keniscayaan. Rukum Iman antara lain menuntun kita supaya mengimani kitab-kitab sebelum Qur’an dan percaya kepada nabi-nabi sebelum Muhammad. Kita boleh mengapresiasi kepada si Ibu yang berjilbab itu, tetapi sesungguhnya kita juga bisa berbangga hati kepada kearifan lokal yg sesungguhnya pernah hidup dalam budaya kita.

Coba kita lihat letak Candi Borubudur (Budha) dan Candi Prambanan (Hindu). Letaknya tidak terlalu jauh. Ini artinya orang Budha dan Orang Hindu bisa hidup berdampingan dan harmonis pada waktu itu. (Ini saya dengar dari Mbak Aida).

Saya tergelitik oleh salah satu ayat didalam Al-qur’an, tepatnya dalam salah satu surat Al Hajj, sebagai berikut : “ ya ayuhannasu itta robbakum”, yang artinya : “ wahai manusia bertaqwallah kepada Tuhan-Tuhan mu”. Ini kemudian saya artikan kata Rob itu adalah Tuhan. Robnya orang Islam adalah Allah, Rob nya orang Hindu adalah Sangyang widiwase, Robnya orang Yahuidi adalah Adonai. Robnya orang Kristiani adalah Allah (tapi di baca Alah). Terusnya ada 99 nama-nama Tuhan yang lain dalam exhisting agama-agama yang ada saat ini.

Bulan lalu ada seorang artis tenar yang datang kepada saya, meminta nasihat, karena dia selama ini bergonta ganti agama. Nasihat saya kepadanya, atas dasar ayat tadi, saya katakan :”anda boleh gonta ganti agama setiap hari sekalipun!”.

Bagaimana?





ISLAM KEKERASAN DAN DONGENG

14 12 2009




Tuhan Chat???

8 11 2009

TUHAN CHAT???

By Cesillia Aida

TUHAN : Kamu memanggilKu ?
aku : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
aku : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
aku : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan.
TUHAN : Tapi produktivitas memberimu hasil.
TUHAN : Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.
aku : Saya mengerti itu.
aku : Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.
TUHAN : Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
aku : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup.
TUHAN : Jalani saja.
TUHAN : Analisalah yang membuatnya jadi rumit.
aku : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
TUHAN : Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
TUHAN : Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
aku : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
aku : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
aku : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
TUHAN : Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
TUHAN : Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
TUHAN : Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.
aku : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
TUHAN : Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

aku : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
aku : Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
TUHAN : Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
aku : Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…
TUHAN : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
TUHAN : Lihatlah ke dalam.
TUHAN : Melihat ke luar, kamu bermimpi.
TUHAN : Melihat ke dalam, kamu terjaga.
TUHAN :Mata memberimu penglihatan.
TUHAN :Hati memberimu arah.
aku : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
TUHAN : Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
TUHAN : Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.

TUHAN :Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.
aku : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus
berjalan.
TUHAN : Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
aku : Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.
TUHAN : Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”
aku : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
TUHAN : Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
TUHAN : Ciptakan tujuan itu.
TUHAN : Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
aku : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
TUHAN : Peganglah saat ini dengan keyakinan.
TUHAN : Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
aku : Pertanyaan terakhir, Tuhan.
aku : Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab.
TUHAN : Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
aku :Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN :Oke.

TUHAN : Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
TUHAN : Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan
TUHAN : masalah untuk diselesaikan.
TUHAN : Percayalah padaKu.
TUHAN : Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
aku : Aku Cinta Padamu Tuhan!
aku : Terima kasih Tuhan Kisses and Hug mode On….
TUHAN : Aku Juga Cinta Padamu!
TUHAN : Kisses and Hug mode on…..

………TUHAN has signed out





Berapa lama Belanda Menjajah Indonesia?

10 08 2009

as-100oleh : Ali Syarief

Sudah menjadi keyakinan sejarah bangsa Indonesia, bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun. Tetapi percakapan saya dengan Bapak Hendarmin Ranadireksa, setelah beliau mengungkapkan berbagai bukti sejarah lainnya, berubahlah pikiran saya. Kesimpulannya, Belanda menjajah kita bukan selama 350 tahun, akan tetapi selama 34 tahun saja. Oleh karena itu, Belanda tidak memenuhi kualifikasi sebagai negara protektorat, karena syarat untuk menjadi protektorat harus telah menjajah minimal selama 100 tahun.

Jadi ketika terjadi perdebatan antara delegasi Belanda dengan tokoh-tokoh perjuangan Indonesia, mengenai hal tersebut diatas, team Belanda kalah argumentasi oleh team Indonesia. Team Indonesia mengatakan, bahwa  yang disebut  penjajahan itu, manakala   seluruh wilayah nusantara telah diduduki, padahal propinsi Aceh, baru diduduki mulai tahun 1911.  Jadi sejak Aceh diduduki/ditaklukan itulah mulai dihitung Belanda menjajah Indonesia.  Delegasi Belanda, karena tidak bisa beradu argumentasi, akhirnya mengakui delegasi Indonesia itu, dan itulah yang tercatat dalam dokumen PBB. Sehingga Belanda gagal menjadi negara Protektorat.

Hal lain, adalah soal kata “Penjajahan”, adalah terminologi yang di gunakan kepada Bangsa Belanda saat menduduki wilayah Nusantara ini. Kata “Penjajahan” berkonotasi seperti terjadi penindasan, penyiksaan, ketidak adilan, dan lain lain yang serumpun dengan itu. Gampang sekali untuk mengiyakan hal tersebut, karena memang pikiran kita sudah terlalu lama dicekoki dengan gambaran-gambaran akan kebencian kepada bangsa Belanda itu. Sementara fakta yang ada didepan mata kita adalah, bahwa KUHP baik pidana maupun perdata, yang saat ini sedang digunakan mengatur Bangsa ini adalah produk UU yang tetap masih dilaksanakan untuk melindungi warga negara  dari ketidak adilan. Sejak jama Belanda pula, kita menmgenal jaksa dan Hakim, yang orang-orangnya benar-benar memiliki kompetensi dalam bidang hukum, baik mereka orang pribumi maupun orang Belanda.

Belanda juga membangun infra struktur, seperti jalan-jalan yang masih kita nikmati hingga saat ini, rel Kereta Api di Jawa dan Sumatera yang masih tetap menjadi urat nadi transportasi massive di Indonesia. Rasanya semakin menjadi janggal sekali, kalau yang disebut “sipenjajah Belanda” juga mendirikan  ITB, UI, IPB, Stovia dan Perguruan Tinggi top lainya, yang produknya antara lain melahirkan sosok intelektual muda, seperti Ir. Sukarno dkk. Bahkan patut di catat Indonesia lebih dahulu memiliki seorang “Phd” dari pada Australia. Tidak dapat di bayangkan bagaimana bangsa Indonesia bisa membentuk pemerintahan ini, tanpa mereka yang pernah duduk di sekolah-sekolah tersebut.

Bukan mendirikan sekolah saja, tetapi perkebunan dan ilmu-ilmunya yang hingga kini telah turun menurun kepada para petani kita. Pemetaan wilayah sangat akurat, sehingga dimana menanam apa yang tepat, telah menjadikan produk pertanian bangsa ini unggul diwaktu yang lampau. Teh dan kopi kita umpamnya adalah produk yang paling top in di dunia pun rempah-rempah lainnya. Menulis yang indah, hormat kepada guru, disiplin dan budi pekerti lainnya, adalah warisan Belanda yang kini hampir punah. Roti dan Keju adalah selera bangsa ini juga warisan Belanda.